Jumlah Hari dalam Satu Tahun Hijriah (Kalender Islam)

Jumlah hari tahun Hijriah adalah 354 hari untuk tahun biasa dan 355 hari untuk tahun kabisat Hijriah. Artinya satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10 sampai 11 hari dibandingkan satu tahun Masehi yang berisi 365 atau 366 hari.

Perbedaan ini bukan kesalahan hitung, melainkan konsekuensi langsung dari dasar penanggalan yang dipakai. Kalender Hijriah menghitung waktu berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, sedangkan kalender Masehi menghitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Karena dua siklus alam ini panjangnya berbeda, kedua kalender tidak akan pernah berjalan seiring.

Berapa Sebenarnya Jumlah Hari Tahun Hijriah?

Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, sama seperti kalender Masehi. Bedanya, panjang bulan Hijriah hanya 29 atau 30 hari, tidak pernah 31 hari. Pada perhitungan tabular (hisab aritmetik) yang biasa dipakai sebagai patokan, bulan-bulan Hijriah berselang-seling: 30 hari, 29 hari, 30 hari, 29 hari, dan seterusnya.

  • Enam bulan berisi 30 hari, totalnya 180 hari.
  • Enam bulan berisi 29 hari, totalnya 174 hari.
  • Jumlah keduanya: 180 + 174 = 354 hari untuk satu tahun biasa.
  • Pada tahun kabisat Hijriah, bulan terakhir (Zulhijah) mendapat tambahan satu hari sehingga menjadi 30 hari, dan totalnya menjadi 355 hari.

Perlu dicatat bahwa dalam praktik keagamaan, awal bulan Hijriah sering ditentukan lewat rukyat (pengamatan hilal) atau kombinasi hisab dan rukyat. Karena itu panjang bulan tertentu bisa berbeda dari pola selang-seling di atas, tetapi total satu tahun tetap berkisar di angka 354 atau 355 hari.

Mengapa Tahun Hijriah Lebih Pendek 11 Hari?

Satu tahun Masehi biasa berisi 365 hari, dan tahun kabisat berisi 366 hari. Selisihnya dengan tahun Hijriah bisa dihitung langsung:

  • 365 hari (Masehi biasa) dikurangi 354 hari (Hijriah biasa) = 11 hari.
  • 365 hari dikurangi 355 hari (Hijriah kabisat) = 10 hari.

Sumber selisih ini ada pada acuan astronomisnya. Satu siklus bulan, yaitu jarak dari bulan baru ke bulan baru berikutnya, sedikit lebih pendek dari 30 hari. Akibatnya 12 siklus bulan tidak cukup untuk menutup satu putaran penuh bumi mengelilingi matahari. Kekurangan sekitar 11 hari itulah yang membuat kalender Hijriah selalu mendahului kalender Masehi. Jika Anda ingin membandingkan panjang kedua kalender lebih jauh, pembahasannya ada di artikel jumlah hari dalam setahun.

Tahun Kabisat Hijriah dan Siklus 30 Tahun

Sama seperti kalender Masehi yang punya tahun kabisat, kalender Hijriah tabular juga mengenal tahun kabisat. Aturannya memakai siklus 30 tahun: dalam setiap 30 tahun Hijriah terdapat 11 tahun kabisat (355 hari) dan 19 tahun biasa (354 hari).

Jika dihitung, total hari dalam satu siklus adalah:

  • 19 x 354 hari = 6.726 hari
  • 11 x 355 hari = 3.905 hari
  • Total satu siklus 30 tahun = 10.631 hari
  • Rata-rata per tahun = 10.631 dibagi 30 = 354,3667 hari, atau sekitar 354 hari 8 jam 48 menit

Bandingkan dengan rata-rata tahun Masehi menurut aturan kalender Gregorian, yaitu 365,2425 hari. Selisih rata-rata keduanya adalah sekitar 10,88 hari per tahun. Konsep tahun kabisat pada kalender Masehi sendiri memakai aturan yang berbeda dan bisa Anda pelajari di halaman tahun kabisat.

Dampak Selisih 11 Hari dalam Kehidupan Sehari-hari

Selisih sekitar 11 hari setiap tahun terasa nyata pada penanggalan hari besar Islam. Karena tanggal Hijriah maju sekitar 11 hari terhadap kalender Masehi setiap tahun, momen seperti awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha akan jatuh lebih awal dari tahun sebelumnya jika dilihat dengan kalender Masehi.

  • Hari besar Islam berpindah-pindah musim. Dalam rentang puluhan tahun, Ramadan bisa jatuh di musim hujan maupun musim kemarau.
  • Usia seseorang dalam hitungan tahun Hijriah akan lebih besar daripada usianya dalam tahun Masehi, karena tahunnya lebih pendek.
  • Perencanaan jangka panjang, misalnya jadwal ibadah tahunan atau siklus keuangan berbasis Hijriah, tidak bisa disamakan begitu saja dengan kalender kerja Masehi.

Karena akumulasi selisih itu, dibutuhkan sekitar 33 tahun Masehi bagi kalender Hijriah untuk kembali berada pada posisi musim yang kurang lebih sama. Perhitungannya sederhana: selisih rata-rata 10,88 hari per tahun dikalikan 33 tahun menghasilkan sekitar 359 hari, atau hampir satu tahun penuh.

Cara Menghitung Rentang Hari Antar Tanggal

Untuk urusan praktis, hampir semua hitungan tetap dilakukan dalam satuan hari, apa pun kalendernya. Misalnya Anda ingin tahu ada berapa hari antara 1 Januari 2026 dan 1 Januari 2027. Jawabannya 365 hari, karena 2026 bukan tahun kabisat. Sementara satu tahun Hijriah hanya akan menghabiskan 354 atau 355 hari dari rentang waktu yang sama.

Anda bisa memakai kalkulator hari di halaman utama untuk menghitung selisih hari antara dua tanggal Masehi secara persis, lalu membandingkannya dengan angka 354 atau 355 hari sebagai patokan panjang tahun Hijriah. Cara ini cukup membantu untuk memperkirakan berapa lama lagi sebuah peristiwa berbasis penanggalan Hijriah akan tiba.

Ringkasan Angka Penting

  • Tahun Hijriah biasa: 354 hari.
  • Tahun Hijriah kabisat: 355 hari.
  • Rata-rata tahun Hijriah: 354,3667 hari.
  • Rata-rata tahun Masehi (Gregorian): 365,2425 hari.
  • Selisih rata-rata: sekitar 10,88 hari per tahun, dibulatkan menjadi 11 hari.
  • Panjang bulan Hijriah: 29 atau 30 hari, tidak pernah 31 hari.

Dengan memahami angka-angka ini, Anda tidak perlu bingung lagi ketika melihat tanggal Hijriah dan tanggal Masehi bergeser satu sama lain setiap tahun. Pergeseran itu memang sudah menjadi sifat dasar kalender yang berbasis peredaran bulan.

Pertanyaan umum

Apakah jumlah hari tahun Hijriah selalu 354 hari?

Tidak selalu. Tahun Hijriah biasa berisi 354 hari, sedangkan tahun kabisat Hijriah berisi 355 hari. Dalam siklus 30 tahun terdapat 19 tahun biasa dan 11 tahun kabisat.

Mengapa hari besar Islam selalu maju sekitar 11 hari setiap tahun?

Karena tahun Hijriah lebih pendek 10 sampai 11 hari dibanding tahun Masehi. Selisih 365 dikurangi 354 sama dengan 11 hari, sehingga tanggal Hijriah tampak bergeser lebih awal pada kalender Masehi.

Berapa lama kalender Hijriah dan Masehi kembali sejajar?

Dengan selisih rata-rata sekitar 10,88 hari per tahun, dibutuhkan sekitar 33 tahun agar akumulasi selisihnya mendekati satu tahun penuh, yaitu sekitar 359 hari.

Tentang penulis

Rian Pratama — Editor Alat Tanggal

Rian merawat kalkulator hari ini dan memastikan setiap panduan tanggal akurat, termasuk aturan tahun kabisat.

editor@kalkulator-hari.com

Gunakan alat Semua artikel