Cara Hitung Hari Kerja di Excel dengan NETWORKDAYS
Cara hitung hari kerja di Excel paling cepat adalah memakai fungsi NETWORKDAYS: ketik =NETWORKDAYS(tanggal_awal; tanggal_akhir; [daftar_libur]) dan Excel langsung mengembalikan jumlah hari kerja Senin sampai Jumat, sudah termasuk kedua tanggal ujungnya dan sudah memotong tanggal libur yang Anda daftarkan. Kalau pola libur kantor Anda bukan Sabtu-Minggu, gunakan NETWORKDAYS.INTL yang membolehkan Anda menentukan sendiri hari apa saja yang dianggap akhir pekan.
Memahami fungsi NETWORKDAYS sebagai cara hitung hari kerja di Excel
NETWORKDAYS menerima tiga argumen. Dua yang pertama wajib, yaitu tanggal awal dan tanggal akhir. Argumen ketiga bersifat opsional, yaitu rentang sel berisi tanggal-tanggal libur yang ingin dikeluarkan dari hitungan.
- tanggal_awal - hari pertama periode yang dihitung, dan hari ini ikut dihitung bila jatuh pada hari kerja.
- tanggal_akhir - hari terakhir periode, juga ikut dihitung bila jatuh pada hari kerja.
- hari_libur - opsional, boleh berupa satu sel, rentang sel, atau daftar tanggal.
Perlu diingat bahwa pemisah argumen di Excel mengikuti pengaturan regional komputer. Pada pengaturan Indonesia biasanya dipakai titik koma, sedangkan pada pengaturan bahasa Inggris dipakai koma. Jadi bila =NETWORKDAYS(A2;B2) memunculkan pesan kesalahan, coba tulis =NETWORKDAYS(A2,B2).
Contoh formula NETWORKDAYS yang bisa langsung dicoba
Misalkan sel A2 berisi tanggal 1 Januari 2026 dan sel B2 berisi 31 Januari 2026. Formula =NETWORKDAYS(A2;B2) menghasilkan 22. Angka itu masuk akal: Januari 2026 punya 31 hari, dan 1 Januari 2026 jatuh pada hari Kamis, sehingga tersisa 22 hari Senin sampai Jumat setelah sembilan hari Sabtu dan Minggu dikeluarkan.
Contoh kedua, sel A3 berisi 2 Maret 2026 (hari Senin) dan B3 berisi 31 Maret 2026 (hari Selasa). Formula =NETWORKDAYS(A3;B3) menghasilkan 22 juga, dari total 30 hari kalender pada rentang tersebut.
Anda juga boleh menuliskan tanggal langsung di dalam formula lewat fungsi DATE, misalnya =NETWORKDAYS(DATE(2026;1;1);DATE(2026;1;31)). Cara ini berguna kalau Anda hanya butuh satu hitungan cepat tanpa membuat sel bantu. Jika sekadar ingin memeriksa hasil tanpa membuka Excel, Anda bisa memakai kalkulator hari di halaman utama sebagai pembanding.
Mengecualikan hari libur nasional dan cuti bersama
Inti dari perhitungan hari kerja yang benar bukan sekadar membuang Sabtu dan Minggu, tetapi juga membuang tanggal merah. Caranya, buat satu kolom khusus berisi daftar tanggal libur, misalnya di kolom E baris 2 sampai 20, lalu tulis:
=NETWORKDAYS(A2;B2;$E$2:$E$20)
Tanda dolar pada rentang libur membuat referensi tetap saat formula disalin ke bawah, sehingga seluruh baris memakai daftar libur yang sama. Excel hanya mengurangi tanggal libur yang benar-benar berada di dalam rentang tanggal awal dan akhir, serta tidak menghitung ganda tanggal libur yang kebetulan jatuh pada Sabtu atau Minggu. Karena itu daftar libur boleh diisi untuk satu tahun penuh tanpa merusak hitungan periode yang pendek.
Isi kolom libur dengan tanggal asli, bukan teks. Kalau sel rata kiri secara otomatis, biasanya nilainya masih dianggap teks dan tidak akan dikurangi oleh Excel. Ubah dulu formatnya menjadi Date. Pembahasan lebih lengkap soal memilah tanggal merah ada di artikel hari kerja tanpa libur nasional.
NETWORKDAYS.INTL untuk pola akhir pekan yang berbeda
NETWORKDAYS selalu menganggap Sabtu dan Minggu sebagai libur. Padahal banyak perusahaan di Indonesia yang tetap masuk hari Sabtu, atau toko yang justru libur hari Senin. Untuk kasus seperti itu gunakan NETWORKDAYS.INTL dengan bentuk =NETWORKDAYS.INTL(tanggal_awal; tanggal_akhir; [akhir_pekan]; [hari_libur]).
Argumen akhir pekan diisi angka kode, di antaranya:
- 1 - Sabtu dan Minggu (ini nilai bawaan).
- 7 - Jumat dan Sabtu.
- 11 - hanya Minggu.
- 12 - hanya Senin.
- 17 - hanya Sabtu.
Contohnya, untuk kantor yang masuk enam hari dan hanya libur Minggu, formula =NETWORKDAYS.INTL(DATE(2026;2;1);DATE(2026;2;28);11) menghasilkan 24. Februari 2026 berisi 28 hari, dengan 20 hari Senin sampai Jumat ditambah 4 hari Sabtu yang tetap dianggap hari kerja.
Bila pola liburnya tidak ada dalam daftar kode, Anda bisa memakai teks tujuh karakter berisi angka 0 dan 1, dimulai dari Senin sampai Minggu. Angka 1 berarti libur. Misalnya "0010001" berarti libur setiap Rabu dan Minggu, sehingga formulanya menjadi =NETWORKDAYS.INTL(A2;B2;"0010001";$E$2:$E$20).
Kesalahan umum saat hitung hari kerja di Excel
- Hasil berupa angka aneh seperti 46023 - selnya masih berformat Date. Ubah format sel hasil menjadi General atau Number.
- Muncul #VALUE! - salah satu tanggal masih berbentuk teks. Gunakan DATEVALUE atau ketik ulang tanggalnya.
- Muncul #NUM! - kode akhir pekan pada NETWORKDAYS.INTL tidak valid, atau teks tujuh karakternya berisi angka 1 semua.
- Hasil negatif - tanggal akhir lebih awal daripada tanggal awal. Excel memang mengizinkannya dan menandai arah mundur dengan tanda minus.
Kalau Anda hanya perlu jawaban sekali pakai dan tidak ingin membuat berkas Excel, cara manual di artikel menghitung hari kerja menjelaskan logika yang sama dengan langkah hitung sederhana.
Ringkasan singkat
Untuk pola kerja Senin sampai Jumat, NETWORKDAYS sudah cukup dan paling ringkas. Untuk pola kerja lain, NETWORKDAYS.INTL memberi kendali penuh lewat kode akhir pekan atau pola teks 0 dan 1. Kunci akurasinya ada pada satu hal yang sering dilupakan, yaitu daftar tanggal libur yang rapi, ditulis sebagai tanggal asli, dan dikunci dengan referensi absolut agar aman disalin ke seluruh baris tabel.
Pertanyaan umum
Apakah NETWORKDAYS menghitung tanggal awal dan tanggal akhir?
Ya. Kedua tanggal ujung ikut dihitung selama keduanya jatuh pada hari kerja dan tidak termasuk dalam daftar libur yang Anda daftarkan.
Apa bedanya NETWORKDAYS dan NETWORKDAYS.INTL?
NETWORKDAYS selalu menetapkan Sabtu dan Minggu sebagai akhir pekan, sedangkan NETWORKDAYS.INTL menyediakan argumen tambahan untuk menentukan sendiri hari libur mingguan, misalnya kode 11 untuk libur hanya pada hari Minggu.
Bagaimana cara menambah sekian hari kerja ke sebuah tanggal, bukan menghitung selisihnya?
Gunakan fungsi WORKDAY atau WORKDAY.INTL. Formula seperti =WORKDAY(A2;10;$E$2:$E$20) memberi tanggal 10 hari kerja setelah tanggal di sel A2 dengan tetap melewati akhir pekan dan hari libur.